oleh

Gudeg nangka

Gudeg nangka atau ibu saya menyebutnya Gudeg Gori adalah menu sehari-hari masa kecil saya meski kami tidak tinggal di Jogja. Menu ini diperkenalkan ibu saya yang memang berasal Jawa Tengah.

Bicara tentang Gudeg Jogja, saya punya pengalaman unik sekaligus lucu saat makan lesehan di jalan Malioboro bersama teman kira-kira 15 tahun yg lalu. Di sebelah kami duduk rombongan wisatawan lokal yang kelihatan baru pertama kali ke Jogja dan ingin mencicipi kuliner daerah. Setelah kami sempat ngobrol akhirnya saya tahu ternyata mereka adalah rombongan PNS dari Pekanbaru yang mengadakan kunjungan kerja ke Jogja. Sambil menunggu pesanan salah satu dari mereka bertanya. “Kira2 rasa Gudeg Jogja seperti apa Mbak?!”. Saya dan teman saya yang saat itu bekerja di Batam dan sedang liburan langsung bertukar pandang sambil senyum2 simpul. “Ya agak lain dengan masakan Sumatra, tunggu aja dech..khan nanti tahu sendiri”, jawab saya santai.

Akhirnya pas pesanan kami datang, penasaran saya langsung mengamati tetangga meja kami. Tak lama setelah si Bapak mengunyah satu sendok makan gudeg, saya lihat mukanya meringis-ringis lucu….bukan karena kepedasan tetapi menurut saya karena kemanisan. Kami dan Si Bapakpun akhirnya tertawa bersama-sama ha ha ha. Menurut pendapat saya, Gudeg Jogja memang masakan favorit yang sangat dicintai orang2 Jogja atau setidaknya penggemar Gudeg namun menu ini kadang terlalu manis bagi penduduk daerah lain misalnya orang2 Minangkabau atau Sumatra yang jarang mengenal gula pada bumbu masakan mereka.

Tapi hal ini tentu saja ada perkecualian, karena 5 tahun sejak kejadian tersebut saya mengenal rekan kerja dari Medan yang sempat kuliah di Jogja dan dia merupakan fans berat dari Gudeg sampai setiap ada anggota keluarga, rekan kerja atau teman yang mudik ke Jogja pasti nitip oleh2 Gudeg Kendil lengkap dengan Sambal Goreng Kreceknya.

Intinya jika anda menemukan Gudeg yang tepat dan waktu yang cukup untuk mengenal masakan ini, tak menutup kemungkinan anda akan jatuh cinta mati seperti rekan saya di atas ;-). Selain itu jika anda memasak sendiri, jumlah gula bisa anda sesuaikan sesuai selera masing-masing. So silahkan mencoba dan Selamat Menikmati Gudeg.

 

 

 

 

 

 

Cara Membuat gudeg nangka :

Jika anda memakai nangka muda segar: Taruh daun jati/kulit bawang merah/teh celup di alas panci perebus. Masukkan potongan nangka, tuangi air sampai semua nangka terendam.
Tutup panci, rebus dengan api besar hingga nangka empuk dan berwarna merah. (kurang lebih selama 1 jam).
Tiriskan nangka, buang air rebusan karena getah nangka dalam air rebusan bisa menyebabkan perut mules (sebah kata orang jawa).
(Lewati step di atas jika anda menggunakan sediaan nangka muda kalengan dari supermarket).
Haluskan semua bahan bumbu halus dengan cobek atau blender. Jika perlu tambahkan sedikit santan ke dalam blender untuk mempermudah proses penghancuran.
Taruh nangka rebus/nangka kalengan ke dalam panci, masukkan bumbu halus, daun salam, lengkuas dan santan encer. Masak dengan api sedang hingga mendidih.
Jika anda memakai sediaan nangka kalengan, sertakan 2 sachet teh hitam celup/black tea sachet ke dalam panci untuk mendapatkan gudeg dengan warna merah kecoklatan.
(Ikat kedua sachet dengan benang supaya tidak mudah pecah atau bocor. Angkat teh dari panci jika warna nangka dan santan sudah memerah).
Setelah mendidih, masukkan telur rebus dan santan kental, masak dengan api sedang hingga santan menyusut dan bumbu meresap. Aduk2 supaya santan tidak pecah.
Cicipi, jika perlu tambahkan garam dan gula sesuai selera. Angkat

bursa poker

BURSAPOKER-Situs judi poker online

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed